Bayar Zakat Dulu atau Memperbanyak Amal Sholeh Lainnya?

Bayar Zakat Dulu atau Memperbanyak Amal Lainnya?

Muamalatku.com - Bulan Ramadhan identik dengan banyaknya kegiatan beramal sebagai bagian dari amal sholeh. Hal ini memang sangat dianjurkan karena pahala yang didapatkan juga berlipat ganda.

Ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan:

“Bahwa Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan lagi pada bulan Ramdhan, beliau memperbanyak sedekah, berbuat kebaikan, membaca Al Quran, shalat, dzikir, dan I’tikaf.” (Zaadul Ma’ad: 2/32).

Banyak dari kita yang memberikan sedekah makanan berbuka puasa dan sahur, memberikan santunan kepada fakir-miskin, memberi sedekah pembangunan masjid baik itu offline maupun online dan berbagai bentuk amalan kebaikan lainnya selama bulan Ramadhan.

Namun juga, di bulan Ramadhan ini pun kita dikenakan kewajiban untuk melaksanakan pembayaran zakat, baik itu zakat fitrah ataupun zakat maal.

Sebagian dari kita mungkin muncul pertanyaan, mana yang lebih didahulukan?

Kita sama-sama telah mengetahui dalil-dalil yang mewajibkan zakat, diantaranya seperti yang Allah firmankan dalam Q.S. Al-Baqarah: 267

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا۟ ٱلْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغْمِضُوا۟ فِيهِ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk bersedekah dengan harta terbaik yang mereka dapatkan dan yang Allah berikan dari hasil bumi, seperti pertanian, perkebunan, dan barang tambang. Dan Allah melarang mereka sengaja berinfak dengan harta yang buruk, sebab jika mereka diberi harta yang demikian, merekapun tidak mau menerimanya kecuali dengan hati yang enggan. (Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah)

Zakat fitrah itu wajib bagi setiap umat muslim, dan zakat maal wajib bagi setiap umat muslim yang hartanya sudah mencapai nisab dan sudah haul.

Ibnu Qudamah Rahimahullah mengatakan:

“Wajib pembayaran zakat itu disegerakan, tidak boleh diakhirkan pembayarannya padahal dia mampu dan memungkinkan membayarnya tepat waktu, hal ini juga merupakan pendapat Imam Syafi’I”. (Al-Mughni: 2/289)

Disini sudah jelas, bahwa membayar zakat itu ketika sudah sampai waktunya maka wajib disegerakan. Baik itu zakat fitrah maupun zakat maal.

Dalam melihat skala prioritas, dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa untuk zakat maka harus disegerakan terlebih dahulu.

Wallahu a’lam

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url