Pluralitas Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Pluralisme Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Muamalatku.com - Indonesia merupakan negara paling plural didunia dengan memiliki lebih dari 500 etnik dan menggunakan lebih dari 250 bahasa, dengan demikian Indonesia sangat beresiko terjadinya konflik antar budaya jika kita tidak mengimbanginya dengan sikap toleransi dan empati oleh tiap-tiap suku bangsa.

Oleh karenanya keutuhan bangsa Indonesia ini tetap harus kita jaga agar tercipta rasa persatuan antar berbagai suku budaya, dengan cara kita harus mengetahui lebih dahulu dampak positif dan negatif dari keberagaman budaya indonesia.

Mengacu kepada pendapat E.B. Tylor tentang pluralitas ini yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesanggupan, seni, hukum, kesusilaan, adat istiadat, serta kebiasaan lainnya yang dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Maka, dengan adanya pluralitas ini dalam suatu negara diperlukan nilai dan norma budaya untuk mengatur unsur-unsur yang tercakup dalam kebudayaan tersebut.

Adapun dampak yang harus kita ketahui dengan beragamnya budaya di Indonesia ialah:

Dampak Negatif

Dampak negatif dari pluralitas ini antara lain adanya perbedaan sistem nilai dan religi antar masing-masing budaya, sehingga dapat menyebabkan konflik antar etnis.

Tidak jarang kita jumpai adanya pertumpahan di beberapa daerah, misalnya Poso, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Ambon, Maluku.

Dampak Positif

Dampak positif dari pluralisme adalah kita dapat mengetahui berbagai istilah dalam bahasa ditiap-tiap daerah, dan juga dapat sebagai bahan pertimbangan dalam memperkaya strategi pembangunan sesuai lokasi dan kearifan lokalnya (local wisdom).

Dengan adanya pluralitas budaya, maka kita dapat memahami rasa kebersamaan, seperti semboyan bangsa indonesia itu sendiri bhineka tunggal ika yang berarti walaupun berbeda suku, ras, bangsa, kita tetap sama.

Dalam hal ini kita membahas Pluralitas Sebagai Alat Pemersatu Bangsa, disinilah Pancasila berfungsi sebagai pemersatu bagi Pluralisme dan Multikurturalisme.

Karena pancasila lahir atas kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri dan sudah menjadi identitas kita sebagai warga Indonesia.

Hal yang perlu dilakukan:

  1. Kita harus bisa mempertebal rasa kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia.

    Caranya dengan mengungkap kebesaran, kejayaan, kedigdayaan masa lampau serta sekaligus mengungkap kembali betapa kita mampu merebut kembali kemerdekaan dari penjajah.

  2. Pendidikan nasional kita harus bertumpu pada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan demikian cinta tanah air menjadi dasar dan subtansi proses nation and character building.

  3. Kita harus mampu proaktif mendisain wujud globalisasi.

    Berarti kita harus menjadi bangsa yang digdaya, mampu membedakan antara modernisasi dengan westernisasi, mampu menolak segala dominasi mancanegara yang mengakibatkan kita tersubordinasi.

  4. Doktrin kebangsaan dan doktrin kerakyaaatan harus memberi warna pada setiap kebijakan nasional dan produk perundang-undangan. Kita harus menjadi tuan di negeri sendiri dan tahta hanyalah untuk rakyat.

  5. Para pemimpin di badan-badan negara harus mampu menjadi panutan bagi masyarakat.

  6. Pemerintah harus mampu mengatasi ketimpangan antar daerah terutama kemiskinan dan penangguran.

  7. Otonomi Daerah tidak boleh berubah makna menjadi eksklusivitisme atau isolasionalisme kedaerahan.

  8. Media massa harus ikut bertanggungjawab mencerdaskan kehidupan bangsa.

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh bangsa yang beragam ini, dengan demikian kedamain dalam berbangsa dan bernegara dapat tercapai.

-------
*Tulisan lama sejak 2015-an
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url